
PAMEKASAN – Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Palengaan Pamekasan lakukan pengkajian Virtual Gift (Vg) yang sempat menghebohkan masyarakat, di Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Rek-Kerrek 2, Dusun Sumber Sari, Palengaan Pamekasan, Rabu (13/12/2025).
Kehebohan Vg ini, atas pelaksanaan ajang penjaringan bakat dangdut pada salah satu televisi nasional.
Mushahih LBM MWCNU Kecamatan Palengaan, KH Ali Rahbini menyampaikan, Vg jika menggunakan pendekatan i’ana ‘alal ma’shiyah atau menolong kemaksiatan, sebagaimana penyampaian salah satu peserta bahtsul masail, maka pendekatan itu, menurut Kiai Rahbini kurang pas atau tidak cocok.
“Kalau tadi (salah satu peserta, Red) menggunakan pendekatan risywah atau rasywah (sogok, Red), maka juga tidak pas,” tutur pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Nurul Hidayah Masaran, Rek Kerrek, Palengaan, Pamekasan tersebut.
Kiai Ali Rahbini mengatakan, melihat pada prakteknya, Vg ada unsur spekulasi dan unsur pertaruhan, maka lebih mendekati pada maysir atau perjudian.
“Hadiah virtual ada unsur spekulasi dan unsur pertaruhan, maka mendekati unsur perjudian,” terang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pamekasan itu.
Di saat yang sama, Rais Syuriah MWCNU Kecamatan Palengaan Pamekasan, KH Misbahol Munir menyatakan, Vg tidak jauh dari mubazir.
“Virtual gift tidak jauh dari mubazir, menghambur-hamburkan kekayaan, sebagaimana Al-Qur’an yang berbunyi: إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ,” tuturnya. (azmi/ahnu).
No Comments