
PAMEKASAN – KH. Muchlis Nasir, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, paparkan tujuh _master plan_ program kerja prioritas guna menunjang kemajuan Nahdlatul Ulama (NU) di Pamekasan selama kepemimpinannya.
Paparan tersebut disampaikan Kiai Muchlis saat memberikan sambutan dalam acara Pengajian Umum Sekaligus Pelantikan PCNU Pamekasan, lembaga dan badan khusus, Sabtu malam, (16/05/2026) di Pondok Pesantren Pesantren Matsaratul Huda, Panempan, Pamekasan.
Dalam sambutannya, Kiai Muchlis mengatakan, tantangan zaman yang semakin konkret serta beragam, PCNU Kabupaten Pamekasan tidak boleh lengah menghadapi hal itu. Karenanya, ia akan terus mendorong penguatan digitalisasi sebagai upaya mendorong transparansi organisasi dan keuangan yang akuntabel.
“Kami, PCNU Pamekasan berupaya menjadi rumah besar bagi warga nahdliyyin dengan mengakomodasi berbagai unsur, baik pesantren, profesional, akademisi dan masyarakat dari berbagai zona. Dalam menghadapi tantangan organisasi yang semakin kompleks PCNU [Kabupaten] Pamekasan akan terus mendorong penguatan digitalisasi melalui program ‘NU Center’, suatu sistem yang terpusat untuk mengintegrasikan progam, data keuangan, dan data keanggotaan dalam satu aplikasi,” katanya.
Ia menegaskan, dalam kepemimpinannya, ekonomi umat menjadi perhatian yang sangat signifikan. Dengan demikian, lanjut Kiai Muchlis, memperkuat kemandirian ekonomi merupakan langkah yang tepat guna memberikan manfaat yang nyata.
“Tantangan ekonomi umat menjadi perhatian serius bagi kami, PCNU [Kabupaten] Pamekasan. Oleh karena itu, kemandirian ekonomi perlu diperkuat agar mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Selain itu, PCNU [Kabupaten] Pamekasan juga memperhatikan bidang pendidikan, di mana PCNU [Kabupaten] Pamekasan akan menghidupkan kembali pendidikan Ma’arif yang kemudian nantinya akan menjadi SMA 1 Nahdlatul Ulama,” jelasnya.
Lebih lanjut, PCNU Kabupaten Pamekasan, menurut Kiai Muchlis, berkomitmen akan memperkuat ajaran Ahlussunah wal Jama’ah (Aswaja) dengan baik, serta, menghidupkan ranting yang merupakan basis kekuatan jam’iyah.
“Kondisi ideologi masyarakat yang sangat plural memerlukan perhatian bersama. Karena itu, PCNU [Kabupaten] Pamekasan hadir untuk memperkuat Aswaja An-nahdiyah secara bijak, sejuk dan penuh khidmat,” ujarnya.
“PCNU [Kabupaten] Pamekasan juga berkomitmen untuk melanjutkan revitalisasi organisasi kepengurusan sebelumnya, salah satunya adalah mengaktifkan kembali organisasi tingkatan ranting dan anak ranting sebagai basis kekuatan Nahdlatul ulama; dan kesehatan juga menjadi prioritas atau perhatian kami,” pungkasnya.
Pewarta: Zainor
Editor: Ahnu
No Comments