
PAMEKASAN – Pelantikan Raya Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor se kecamatan Palengaan berlangsung khidmat dan meriah, Ahad malam (12/10/2025), di halaman Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Palengaan.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Pamekasan, para ulama, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, MWCNU Palengaan, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Palengaan, serta lembaga dan badan otonom (Banom) di lingkungan MWCNU Palengaan, hadir ribuan Nahdliyin dari berbagai desa di kecamatan Palengaan.
Lora Maltuful Anam, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pamekasan, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya pelantikan yang dinilai sangat luar biasa.
“Pelantikan GP Ansor sekecamatan Palengaan pada malam hari ini sungguh luar biasa. Dari total 12 ranting yang ada, sebanyak 9 ranting dilantik malam ini, 1 ranting masih aktif, dan sisanya masih dalam proses musyawarah ranting,” ujarnya.
Alumnus Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur ini juga menilai, suasana pelantikan kali ini begitu megah dan meriah, tidak seperti biasanya.
“Kita menyaksikan pelantikan malam ini begitu megah, disaksikan langsung oleh para ulama, pengurus PCNU, MWCNU, PRNU, lembaga, Banom, dan warga NU sekecamatan Palengaan. Ini menjadi bukti semangat besar sahabat-sahabat Ansor di Palengaan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua PC GP Ansor juga memberikan beberapa pesan penting kepada seluruh pengurus yang baru dilantik.
Pertama, menjaga amanah organisasi yang diemban dengan penuh tanggung jawab; kedua, melakukan inovasi-inovasi baru, salah satunya dengan mengaktifkan akun media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook, untuk mempublikasikan kegiatan serta ide kreatif kader Ansor dengan nuansa positif; ketiga, menghidupkan ekonomi kader agar GP Ansor menjadi organisasi yang mandiri dan berdaya.
Lebih lanjut, Doktor Pendidikan Bahasa Arab ini menyampaikan harapannya ke depan agar seluruh pengurus ranting mampu menjalankan program kerja sesuai hasil Rapat Kerja (Raker), meningkatkan kualitas pribadi dan keilmuan kader, serta terus bergerak aktif dalam kegiatan-kegiatan keagamaan dan sosial.
“Semuanya harus bergerak sesuai dengan nama organisasi kita. Kita harus aktif dalam kegiatan yang wajib seperti MDS (Majelis Dzikir dan Sholawat, Red) dan kegiatan keagamaan lainnya, juga dalam kegiatan yang bersifat sunah seperti pengembangan ekonomi dan pengelolaan media sosial,” pungkasnya. (faruq/ahnu)
No Comments