
PAMEKASAN — Koordinator Keamanan Antar Pesantren (Korkap) menggelar pertemuan evaluasi di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Sumur Tengah, Dusun Nagasari, Desa Palengaan Laok, Palengaan, Pamekasan, Senin (06/07/2026) Malam.
Pertemuan yang dipimpin oleh Ustaz Vaiz tersebut fokus membahas maraknya kasus kehilangan barang milik santri di lingkungan pesantren. Dalam forum tersebut, Ustaz Vaiz mengungkapkan urgensi diangkatnya tema ini.
“Kami mengangkat tema kehilangan tujuannya mencari solusi agar dapat meminimalisir angka kehilangan di kalangan santri,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Ustaz Asal PP Puncak Darussalam menekankan agar petugas keamanan mengubah pola pikir dan senantiasa waspada.Menurutnya, kewaspadaan harus ditingkatkan justru di area yang dianggap aman.
“Keamanan itu harus ‘suuzan‘. Sebab, sektor yang dianggap paling aman, justru di situlah yang paling rentan terjadi pencurian,” tegas Ustaz Ahmad.
Menyimpulkan diskusi tersebut, Sekretaris Korkap merumuskan empat langkah pencegahan yang direkomendasikan bagi seluruh pesantren anggota, yaitu: 1. Sterilisasi kamar saat tidak digunakan; 2. Pemasangan CCTV di titik-titik rawan; 3. penitipan uang kepada ketua kamar atau pengurus yang berwenang; 4. Sosialisasi aturan dan sanksi tegas terkait tindakan pencurian kepada seluruh santri.
”Langkah ini diharapkan dapat mempersempit celah kejahatan agar kegiatan belajar santri tetap tenang dan aman,” pungkas Sekretaris Korkap.
Pewarta : Ikrom
Editor :Ahnu
No Comments