Kiai Muchlis Nasir Ajak Banom dan Lembaga NU Lestarikan Tradisi Pesantren

2 minutes reading
Tuesday, 21 Apr 2026 10:46 0 5 Media NU Palengaan

PAMEKASAN — Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, KH. Muchlis Nasir, mengajak badan otonom (Banom) dan lembaga NU agar melestarikan tradisi pesantren dalam setiap gerakan organisasi.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Pamekasan sekaligus peringatan hari lahir (Harlah) ke-76 Fatayat NU, Ahad (19/4/2026), di Pendopo Ronggo Sukowati, Pamekasan.

“Harus kita akui bersama bahwa NU ini lahir dari rahim pondok pesantren. NU di Pamekasan agak khas, sehingga situasinya mungkin tidak sama dengan beberapa wilayah lain. Karena itu, keinginan serta harapan para masyayikh agar tradisi pesantren betul-betul dijaga dan dipraktikkan,” ujar Muchlis.

Ia menegaskan, gerakan NU di Pamekasan harus berlandaskan tradisi pesantren sebagai sumber utama lahirnya organisasi tersebut.

“Harapan Rais ke depan, semua anggota, baik pengurus maupun Banom, acuan gerakan dan perilakunya harus sesuai dengan tradisi pesantren. Apa yang pantas di pesantren berarti pantas di NU, begitu pula sebaliknya. NU di Pamekasan ini bukan berarti eksklusif atau tertutup, tetapi kita ingin mengembalikan bahwa dasar NU adalah pesantren. Sebagaimana kita ketahui, NU adalah pesantren besar dari berbagai macam pesantren,” jelasnya.

Alumnus Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, itu juga berharap seluruh pengurus dapat terus bersinergi untuk kemajuan daerah.

“Saya berharap keberadaan IPNU, IPPNU, Fatayat, serta Banom dan lembaga lainnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat dengan memberikan sumbangsih besar, sehingga membawa Kabupaten Pamekasan menjadi makmur,” pungkasnya.


Pewarta : Zainor

Editor :Ahnu

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *