
JOMBANG — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf menegaskan, ulama memiliki peran penting dalam memperkokoh kehidupan masyarakat dan menjaga ketahanan bangsa melalui penguatan semangat gotong royong serta sikap saling menolong.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Yahya saat memberikan sambutan pada pembukaan Muktamar ke-35 NU di Lapangan Untung Suropati, Tambakberas, Jombang, Kamis (27/08/2026).
Menurut Gus Yahya, peran ulama tidak hanya berkaitan dengan kehidupan keagamaan, tetapi juga mencakup tanggung jawab moral untuk turut menyangga kehidupan berbangsa dan bernegara. Tanggung jawab tersebut dapat diwujudkan dengan mendorong masyarakat membangun kerja sama dan kepedulian sosial.
“Ulama juga harus mampu menyangga kokohnya negara bangsa, terutama kehidupan masyarakat bangsa ini, dengan mengembangkan sikap saling menolong di antara warga,” ujarnya.
Gus Yahya kemudian mengutip pemikiran pendiri NU, Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari, dalam Muqaddimah Qanun Asasi. Pemikiran tersebut menempatkan prinsip tolong-menolong sebagai salah satu landasan penting dalam membangun kehidupan masyarakat.
“Tolong-menolong adalah landasan bagi beredarnya tatanan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, masyarakat yang dibangun berdasarkan prinsip tolong-menolong tidak akan terjebak dalam persoalan mengenai pihak yang lebih berkuasa ataupun memiliki kedudukan lebih tinggi. Setiap orang akan terdorong untuk mengedepankan kerja sama demi kepentingan bersama.
“Di dalam tatanan masyarakat, apabila dilandasi prinsip tolong-menolong, orang tidak akan berpikir tentang siapa yang lebih berkuasa dan siapa yang kurang berkuasa. Orang tidak berpikir tentang siapa berada di posisi mana. Semua orang berpikir tentang kerja sama dan tolong-menolong untuk kepentingan bersama, untuk kekuatan bersama, dan untuk kemuliaan bersama,” katanya.
Gus Yahya menilai semangat tersebut tetap relevan dikembangkan dalam kehidupan masyarakat. Kekuatan bangsa, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh pemerintah atau kelompok tertentu, tetapi juga oleh kemampuan seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama.
Oleh karena itu, lanjut Gus Yahya Muktamar ke-35 NU diharapkan menjadi titik awal memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Momentum ini sangat tepat kita jadikan titik tolak untuk ke depan berupaya memperkuat bangsa yang kita cintai ini dengan tolong-menolong di antara warga, bukan hanya warga Nahdlatul Ulama, tetapi bersama,” tuturnya.
Ia menegaskan, semangat tolong-menolong perlu ditempatkan sebagai nilai bersama yang melampaui batas organisasi, kelompok, dan latar belakang masyarakat. Kerja sama dan kepedulian sosial diharapkan menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan serta memperkokoh kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pewarta: Zainur
Editor: Ahnu
No Comments