
JOMBANG — Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih KH Miftachul Akhyar menegaskan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan tidak boleh terlepas dari nilai ibadah.
“Jangan sampai kita membangun dengan pembangunan yang luar biasa, megah, tanpa ada nilai ibadah. Semua yang kita lakukan harus bernilai,” ujarnya dalam pidato penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan saat Kiai Miftah menjelaskan Surah Az-Zariyat ayat 56, “Wa ma khalaqtul jinna wal insa illa liya’budun.” Menurutnya, seluruh aktivitas manusia dalam mengelola bumi dan meningkatkan kesejahteraan harus bermuara pada ibadah.
Ayat itu menjadi salah satu dari tiga ayat Al-Qur’an yang didorong sebagai pijakan NU dalam menyusun gerakan dan program memasuki abad kedua, terutama di bidang ekonomi. Penguatan ekonomi dinilai penting karena masih banyak masyarakat Indonesia hidup dalam kemiskinan.
Ayat lainnya ialah Surah Al-Baqarah ayat 30, “Inni ja’ilun fil ardhi khalifah.” Kiai Miftah menjelaskan, manusia sebagai khalifah memiliki amanah untuk mengelola kehidupan agar berjalan tertib dan adil.
“Khalifah itu siapa? Yang mengurus bumi ini. Yang membuat peraturan, tata tertib, agar kehidupan menjadi tertib,” katanya.
Menurutnya, tata kehidupan yang teratur diperlukan agar tidak terjadi tindakan saling menzalimi antara kelompok kaya dan miskin.
Pijakan berikutnya ialah Surah Hud ayat 61, khususnya frasa “wasta’marakum fiiha” yang dimaknai sebagai perintah untuk memakmurkan bumi. Tugas tersebut, menurut KH Miftachul, harus dijalankan dengan mengerahkan akal, pengetahuan, dan seluruh potensi manusia untuk menghasilkan kemanfaatan bagi masyarakat.
Pemakmuran bumi dapat diwujudkan melalui penghijauan kembali sawah, ladang, dan gunung yang gundul. Peningkatan kesejahteraan rakyat, termasuk di bidang ekonomi dan penyediaan pangan, juga menjadi bagian dari tugas tersebut.
Kiai Miftah berharap ketiga ayat itu menjadi dasar program NU pada awal abad kedua untuk memperkuat kemandirian ekonomi serta mewujudkan kesejahteraan warga nahdliyin dan masyarakat luas.
Reporter: Ahnu
Editor: Redaktur
No Comments