
JOMBANG — Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama menggunakan lebih dari 150 kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV) dan sistem berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan muktamar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, KH. Saifullah Yusuf, mengatakan bahwa kamera pengawas tersebut dipasang di berbagai titik di kawasan muktamar. Sistem teknologi yang digunakan juga dirancang dan dikerjakan oleh para santri.
“Kami memasang lebih dari 150 CCTV. Hal yang lebih membanggakan, sistem ini dirancang dan dikerjakan sendiri oleh para santri,” tutur Gus Ipul, sapaan akrab KH. Saifullah Yusuf dalam sambutannya, Kamis sore (27/08/2026).
Gus Ipul menilai keterlibatan para santri dalam pengembangan sistem tersebut menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya mempertahankan tradisi keilmuan Islam, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi.
“Dari sini, kita tidak hanya melihat tradisi pesantren yang terus hidup, tetapi juga melihat bagaimana para santri telah memasuki dunia teknologi masa depan,” tambah Menteri Sosial RI itu.
Menurut Gus Ipul, perkembangan teknologi menuntut para santri untuk menyeimbangkan penguasaan ilmu keagamaan dengan pengetahuan mengenai kecerdasan buatan dan teknologi digital.
“Santri sekarang tidak hanya mengaji kitab, tetapi juga mengaji data, cip, dan artificial intelligence,” pungkasnya.
Penggunaan CCTV dan sistem berbasis kecerdasan buatan tersebut menjadi bagian dari penerapan teknologi dalam tata kelola Muktamar ke-35 NU. Teknologi itu digunakan untuk membantu panitia memantau kegiatan dan mengelola peserta selama rangkaian muktamar berlangsung.
Pewarta: Rahul
Editor:Ahnu
No Comments