
JOMBANG — KH. Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memperkirakan pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031 pada Muktamar ke-35 NU baru dapat digelar Ahad pagi. Pemilihan semula dijadwalkan berlangsung dalam Sidang Pleno V pada Sabtu malam.
Menurut Gus Ipul, perubahan waktu tersebut bergantung pada penyelesaian tahapan sebelumnya dan kondisi peserta muktamar.
“Rasa-rasanya, mungkin ini perkiraan, belum bisa malam ini, mungkin besok pagi,” tuturnya, Sabtu (29/08/2026)
Sebelum pemilihan Ketua Umum PBNU, muktamirin harus mengikuti tabulasi calon anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Sembilan nama terpilih selanjutnya ditetapkan untuk mengikuti persidangan anggota AHWA.
AHWA kemudian bersidang untuk memilih Rais ‘Aam PBNU. Pemilihan Ketua Umum PBNU baru dapat dilaksanakan setelah Rais Aam terpilih.
“Karena nanti harus ada tabulasi untuk AHWA. Setelah AHWA, nanti ada sidang anggota AHWA terpilih. Sembilan nama tersebut ditetapkan, lalu AHWA bersidang. Setelah ada Rais ‘Aam terpilih, baru nanti pemilihan Ketua Umum,” tuturnya.
Gus Ipul mengatakan waktu pelaksanaan pemilihan juga mempertimbangkan kesepakatan dan kondisi fisik peserta. Persidangan dapat dilanjutkan keesokan harinya apabila muktamirin kelelahan.
“Pemilihan Ketua Umum jelas besok dan tergantung kesepakatan peserta. Kalau pesertanya kelelahan, maka harus digelar besok. Mudah-mudahan hari Minggu semuanya tuntas,” tutupnya.
Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, telah memasuki rangkaian sidang pleno lanjutan.
Reporter: Rahul
Editor: Ahnu
No Comments