
JOMBANG — Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau yang akrab disapa Mbak Yenny Wahid menilai anggota Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA) harus alim, fakih, memahami sejarah pendirian Nahdlatul Ulama (NU), serta berpegang pada Muqaddimah Qanun Asasi.
Mbak Yenny menyampaikan kriteria tersebut kepada wartawan di depan Gedung Serbaguna KH. Hasbullah (GSGH) Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang. Ia hadir untuk mengikuti lanjutan Sidang Pleno III Muktamar ke-35 NU.
Menurut putri kedua Presiden keempat Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid itu, anggota AHWA harus memiliki ilmu agama yang kuat dan mampu menjaga persatuan umat.
“Sosok AHWA pastinya yang alim, ilmu agamanya kuat, fakih, dan sangat memahami kenapa NU didirikan, lalu orang yang kuat untuk memegang Muqaddimah Qanun Asasi. Yang paling ditekankan oleh KH Hasyim Asy’ari, persatuan di antara semua. Jadi, umat Islam tidak boleh terpecah belah,” tuturnya.
Mbak Yenny berharap para ulama yang terpilih mampu membimbing jajaran tanfidziah hingga tingkat bawah dengan semangat persatuan.
“Saya berharap semua yang ada di sini, terutama ulama kita, yang akan membimbing tanfidziah yang ada di bawah dengan semangat ini,” katanya.
Ia mengatakan para Rais Syuriah, peserta muktamar akan menentukan sosok yang dipercaya menjadi anggota AHWA.
“Muktamirin, para Rais Syuriah nanti akan menentukan siapa sosok yang akan mereka percayai itu menjadi anggota AHWA,” tutupnya.
Pewarta: Rahul
Editor: Ahnu
No Comments